Memainkan musik kini dapat dilakukan dengan mudah kapan dan di mana saja. Cuma dengan satu smartphone genggam, semua orang bisa mendengarkan lagu atau mendengerkan video musik favorit mereka melalui sebuah layanan offline maupun online.
Jika ingin memutar secara online, mereka harus terhubung dengan jaringan internet untuk dapat memutar semua lagu yang mereka ingin dengarkan.
Ada ribuan software pemutar lagu dan video musik online yang bisa dipasang ke perangkat smartphone atau komputer. Umumnya layanan tersebut gratis.
A bird fell to earth, reincarnated from her birth. United States, Switzerland, France, England, everywhere. She watched the people, how they live. She watched them how they tried to live. A bird fell to earth, reincarnated from her birth. United States, Switzerland, France, England, everywhere. She watched the people, how they live. She watched them how they tried to live. Tags:
#N
#Nina Simone
#Amerika
Nina Simone - Fodder In Her Wings
Seekor burung jatuh ke bumi, bereinkarnasi dari kelahirannya.
She had fodder in her wings.
Dia punya makanan di sayapnya.
She had dust inside her brains.
Dia memiliki debu di dalam otaknya.
She flitted here and there
Dia melayang di sana-sini
Amerika Serikat, Swiss, Prancis, Inggris, di mana-mana.
With fodder in her wings.
Dengan pakan di sayapnya.
And dust inside her brains.
Dan debu di dalam otaknya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Dia memperhatikan orang-orang, bagaimana mereka hidup.
They've forgotten how to give.
Mereka lupa bagaimana memberi.
They had fodder in they're brains.
Mereka punya makanan di otak mereka.
They had dust inside they're wings.
Ada debu di dalam sayapnya.
Dia memperhatikan mereka bagaimana mereka mencoba hidup.
They've forgotten how to give.
Mereka lupa bagaimana memberi.
They had fodder in they're wings.
Mereka punya makanan di sayap mereka.
They had dust inside they're brains.
Mereka memiliki debu di dalam otak mereka.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Seekor burung jatuh ke bumi, bereinkarnasi dari kelahirannya.
She had fodder in her wings.
Dia punya makanan di sayapnya.
She had dust inside her brains.
Dia memiliki debu di dalam otaknya.
She flitted here and there
Dia melayang di sana-sini
Amerika Serikat, Swiss, Prancis, Inggris, di mana-mana.
With fodder in her wings.
Dengan pakan di sayapnya.
And dust inside her brains.
Dan debu di dalam otaknya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Oh how sad.
Oh betapa sedihnya.
Dia memperhatikan orang-orang, bagaimana mereka hidup.
They've forgotten how to give.
Mereka lupa bagaimana memberi.
They had fodder in they're brains.
Mereka punya makanan di otak mereka.
They had dust inside they're wings.
Ada debu di dalam sayapnya.
Dia memperhatikan mereka bagaimana mereka mencoba hidup.
They've forgotten how to give.
Mereka lupa bagaimana memberi.
They had fodder in they're wings.
Mereka punya makanan di sayap mereka.
They had dust inside they're brains.
Mereka memiliki debu di dalam otak mereka.
